Sabtu, 03 Februari 2024

REKAM JEJAK MAHFUD MD SEBAGAI MENTERI DUA KABINET BERBEDA

Rekam jejak Mahfud MD tentu banyak dicari oleh publik, terlebih menjelang Pilpres 2024. Ia akan ikut kontestasi pemilu dengan menjadi calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo. Simak rekam jejak dan profil Mahfud MD berikut ini!

“Sosok intelektual mumpuni karena pengetahuan di bidang hukum dan sangat cocok serta penuh pengalaman,” ucap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat meresmikan Mahfud MD sebagai pendamping Ganjar Pranowo (18/10/2023).

Begitulah Megawati mendeskripsikan Mohammad Mahfud Mahmodin alias Mahfud MD. Ia mendapat julukan sebagai “pendekar hukum” dan “pembela wong cilik” karena ketegasannya dan integritasnya di bidang hukum yang tak perlu diragukan lagi.

Mahfud MD kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Lelaki asal Madura tersebut memiliki latar belakang sebagai akademisi, hakim, dan juga politisi.

Ia mendapat gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Kemudian Mahfud menyelesaikan program pasca sarjana Ilmu Politik dan program doktoral Ilmu Hukum Tata Negara di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Karier Mahfud MD

Sebelum menjadi Menko Polhukam di era Presiden Joko Widodo, ia sempat didapuk menjadi Menteri Pertahanan pada masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Rupanya, Mahfud MD cukup menyita perhatian publik lantaran berasal dari kalangan sipil.

Salah satu prestasi yang ditorehkan oleh Mahfud adalah disahkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Ia juga sempat menggantikan posisi Yusril Ihza Mahendra sebagai Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Sayangnya, tugas ini tak lama lantaran Gus Dur dilengserkan dari jabatan Presiden Republik Indonesia.

Berikut rangkuman karier Mahfud MD sepanjang hidupnya:

Guru Besar Fakultas Hukum UII Yogyakarta (sejak tahun 1984)

Menteri Pertahanan RI (2000-2001)

Menteri Kehakiman dan HAM (2001)

Wakil Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP Partai Kebangkitan Bangsa (2002-2005)

Rektor Universitas Islam Kadiri (2003-2006)

Anggota Komisi III DPR RI (2004-2006)

Anggota Komisi I DPR RI (2006-2007)

Anggota Komisi III DPR RI (2007-2008)

Wakil Ketua Badan Legislatif DPR RI (2007-2008)

Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2013)

Anggota Tim Konsultan Ahli pada Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Depkum-HAM Republik Indonesia

Menko Polhukam (2018-2024)

Mahfud pernah menduduki kursi sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013. Salah satu kasus besar yang dibongkarnya yaitu kasus korupsi Asabri. Akibat korupsi tersebut, negara mengalami kerugian mencapai Rp23 triliun.

Tahun 2015, Mahfud mengungkap kasus korupsi Satelit di Kementerian Pertahanan. Korupsi tersebut membuat negara mengalami kerugian hingga ratusan miliar rupiah. Ia juga ikut membongkar kasus korupsi yang melibatkan Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Rekam jejak inilah yang menjadi alasan kesediaan Ganjar Pranowo dipasangkan dengan Mahfud MD. Menurutnya, ada kesamaan visi dan tujuan untuk memajukan Indonesia. Keduanya ingin bekerja sepenuh hati dan tulus untuk seluruh warga Indonesia.

“Pemerintahan di masa depan harus bekerja lebih keras, terutama dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi, dengan tegas dan tanpa kompromi,” ucap Ganjar Pranowo. 

DAFTAR MENTERI JOKOWI PENDUKUNG GANJAR MAHFUD

Ada sejumlah menteri dari PDIP yang diketahui aktif bertugas di Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Jokowi . Salah satunya pernah menjadi Wali Kota Surabaya. Kabinet Indonesia Maju merupakan nama dari kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Tak hanya dari kalangan profesional, susunan kabinet tersebut juga berisikan nama-nama usulan dari partai politik (politik), khususnya yang mengusung pasangan tersebut di kontestasi Pilpres 2019.

Melihat rincian terbarunya, ada beberapa nama menteri yang diketahui berasal dari PDIP. Siapa sajakah mereka? Menteri dari PDIP di Kabinet Presiden Jokowi

1.   Tri Rismaharini (Menteri Sosial) Tri Rismaharini menjadi Menteri Sosial (Mensos) sejak Desember 2020. Waktu itu, ia naik menggantikan Juliari Batubara yang terjerat kasus korupsi

Sebelum ditunjuk menjadi Mensos, kader PDIP sempat menjabat Wali Kota Surabaya. Tercatat, ia memimpin Kota Pahlawan selama dua periode, yakni 2010 hingga 2020. Selain itu, Risma juga pernah menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya (2008-2010), serta Kepala Bappeko Surabaya (2010).

2.   Yasonna Laoly (Menteri Hukum dan HAM) Yasonna Laoly pertama kali menjadi Menkumham pada periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi, yakni 2014-2019. Saat terpilih menjadi anggota DPR RI, pria kelahiran Tapanuli Tengah ini sempat mengundurkan diri dari jabatannya pada 2019. Pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi, Yasonna kembali dipercaya menjadi Menkumham. Kader PDIP ini seharusnya masih akan terus bertugas hingga 2024 mendatang.

3.   Teten Masduki (Menteri Koperasi dan UMKM) Menteri dari PDIP berikutnya adalah Teten Masduki. Politisi asal PDIP ini tengah menjabat Menteri Koperasi dan UMKM di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi. Baca Juga Sederet Menteri Kabinet Jokowi yang Raih Gelar Doktor di Luar Negeri Melihat ke belakang, posisi tersebut didapat Teten pada 2019 lalu. Sebelum itu, ia juga sempat menjadi Kepala Staf Kepresidenan Indonesia periode 2015-2017.

4.   Azwar Anas (Menteri PAN-RB) Abdullah Azwar Anas dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PANRB) pada September 2022. Posisi ini didapat ketika menggantikan Tjahjo Kumolo yang berpulang tak lama sebelumnya. Melihat catatan kariernya, pria kelahiran 6 Agustus 1973 ini sempat menjadi Bupati Banyuwangi. Tak hanya itu, ia juga dikenal cukup aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama.

5.   Bintang Puspayoga (Menteri PPPA) Kemudian, ada nama I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau biasa dikenal Bintang Puspayoga. Perempuan asal Bali ini tengah menjabat posisi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Sebelum menjadi Menteri PPPA, kader PDIP ini memiliki sejumlah catatan menarik selama hidupnya. Ia diketahui pernah mengikuti ajang Puteri Indonesia maupun ajang olahraga tenis meja. Pada 2010-2014, Bintang Puspayoga bahkan sempat menjadi Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Bali.

6.   Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR) Saat ini, Basuki Hadimuljono menjabat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Posisi tersebut telah ditempati sejak periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi. Basuki Hadimuljono juga diketahui sebagai kader PDIP. Pada sebuah kesempatan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bahkan mengklaim bahwa Basuki memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA). Demikian ulasan mengenai deretan menteri dari PDIP yang aktif bertugas di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

KAMPANYE DI RIAU! GANJAR-MAHFUD SEMAKIN KUAT BERSAMA RAKYAT

Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD meraih sambutan dari masyarakat adat melayu dalam kunjungannya ke Kepulauan Riau. Ia disematkan penutup kepala tanjak sebagai simbol penerimaan sebagai keluarga besar masyarakat adat melayu.

Hal ini berlangsung saat Mahfud tiba di Bandara Raja Haji Abdullah, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).

"Insyaallah secara adat istiadat beliau sudah termasuk keluarga besar di Karimun, khususnya di Bumi Berazam," kata Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) dan Komunitas Pemantun Adat (Kompak) Karimun, Firdaus dalam keterangan tertulis.

Selain disematkan tanjak melayu, masyarakat adat setempat juga menyambut Mahfud dengan tabur beras kunyit dan seni pencak silat. Tradisi ini menjadi tanda syukur serta penghormatan atas kedatangan tokoh bangsa.

Firdaus berharap ke depannya Mahfud dapat menjaga dan memperhatikan masyarakat, khususnya di Kabupaten Karimun saat memimpin Indonesia. Firdaus juga berharap Mahfud turut melestarikan adat dan budaya nasional.

"Kami mengharapkan, kami mohon untuk senantiasa menjaga dan memperhatikan Karimun bumi yang kita cintai ini," pungkasnya.

Sebagai informasi, Mahfud dijadwalkan menghadiri puncak perayaan HUT Partai Hanura di Kabupaten Karimun pada Sabtu (3/2) sebelum bertolak ke Jakarta untuk persiapan debat terakhir capres. 

GANJAR KELILING KALIMANTAN! JANJI PERTAHANKAN TANAH ADAT DAN PERBAIKI FOOD ESTATE

Kegagalan program food estate di beberapa daerah Kalimantan Tengah menjadi isu paling banyak muncul saat Ganjar Pranowo berdialog dengan sejumlah elemen warga Kalimantan Tenga.

Dalam pertemuan itu, warga mengeluhkan program food estate yang terkesan asal-asalan. Mereka mengaku sama sekali tidak dilibatkan, dan kini hanya menanggung kerugian akibat kerusakan alam.

"Kalau pak Ganjar jadi presiden, tolong program food estate khususnya di Gunung Mas itu ditinjau ulang. Program itu gagal total, masa tanam singkong tumbuhnya jagung. Bingung kita," ucap Pendeta Bobowanto Victor, tokoh adat Dayak Kalimantan Tengah pada Ganjar.

Pendeta Bobowanto menerangkan, ia sudah berkali-kali survey ke lokasi food estate di Gunung Mas yang juga tidak jauh dari tempat tinggalnya. Di sana, ia tidak melihat tanaman singkong yang berhasil tumbuh dan berbuah.

"Meski usianya sudah satu tahun, tapi buahnya itu hanya sebesar jari tangan. Setelah ramai dikritik, tiba-tiba ganti tanaman jagung dan memakai polibag. Aneh sekali," tegasnya.

Padahal ia tahu bahwa program food estate Gunung Mas itu menelan anggaran sangat besar dari pemerintah. Sayang, anggaran besar terbuang sia-sia tanpa hasil apapun dan justru merugikan.

"Belum lagi dampaknya bagi masyarakat sekitar. Sekarang warga di sekitar daerah itu sering kebanjiran karena hutannya digunduli. Sudah hancur lebur," tegasnya.

Cerita serupa disampaikan Lambang Jaya, warga Desa Paningkal Jaya,Kabupaten Kapuas. Lambang yang desanya juga menjadi lokasi food estate menceritakan ke Ganjar bahwa peogram itu gagal total.

"Di tempat kami food estate ditanami padi. Padahal daerah itu cocoknya ditanami sawit. Akhirnya gagal pak, nggak panen. Tolong bapak kalau jadi presiden ini dievaluasi," ucap Lambang.

Ganjar mencatat semua keluhan dan masukan dari warga Kalteng itu. Ia mengatakan, program food estate yang saat ini berjalan memang dibuat tanpa perancanaan matang. Akibatnya, program yang menelan anggaran besar itu banyak yang gagal.

"Saya sepakat dengan program food estate sebagai upaya ketahanan pangan kita. Tapi ini harus dievaluasi. Kuncinya satu, libatkan ahli dalam pemilihan lahan dan libatkan petani untuk mengerjakan," ucapnya.

Seperti program food estate Gunung Mas. Kenapa gagal, menurut Ganjar karena itu tidak melibatkan petani dan masyarakat sekitar. Pemilihan tempat yang salah dengan komoditas pertanian yang dipilih tak sesuai lahan menjadi penyebab gagalnya program.

"Mana ada sih petani yang nggak bisa menanam singkong? Iya kan? Itu dilempar saja tumbuh kok. Kenapa ini gagal, karena program ini dikerjakan bukan oleh ahlinya," tegas Ganjar.

Jika ia mendapat amanah sebagai presiden, Ganjar akan memperbaiki program food estate itu. Ia akan melibatkan masyarakat, melibatkan petani dan para ahli sebagai pelaku utama.

"Jadi pemerintah hanya suport dana. Terkait lahannya di mana? cocoknya tanam apa? Tanyakan pada ahlinya. Untuk urusan tanam, kan petani dan masyarakat setempat yang paham. Maka kalau itu dilakukan, program food estate akan berhasil dan kita bisa menjadi negara yang swasembada pangan," pungkasnya. 

Jumat, 02 Februari 2024

FOTO SALAM 3 JARI! ARIE KRITING DUKUNG GANJAR - MAHFUD?

Arie Kriting ikut memberikan semangat dan dukungan untuk Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD. Dukungan tersebut disampaikan oleh suami Indah Permatasari ini usai penampilan Mahfud MD di Debat Cawapres keempat, yang digelar pada Minggu (21/1/2024) malam.

Dalam cuitannya di akun X, Arie Kriting memberikan salam hormatnya untuk Mahfud MD. Bintang film Big 4 ini juga mengkritisi momen Cawapres 02, Gibran Rakabuming yang sempat menyerang pasangan Ganjar Pranowo dalam debat semalam.

“Pak Mahfud dengan semua kesabaran dan sikap masih menghormati anak muda yang tidak menghormati bapak,” tulis Arie, Senin (22/1/2024).

Saat Debat Cawapres semalam, banyak publik yang menyayangkan aksi Gibran lantaran dianggap tak menghormati sosok Mahfud MD. Ungkapan kata ‘tengil’ untuk sosok Gibran pun juga menggema di sosial media.

Menanggapi hal ini, Arie pun tak hanya memberikan dukungan untuk Mahfud MD. Ia bahkan terlihat menyampaikan doa terbaik, khususnya untuk Paslon 03, Ganjar-Mahfud.

Ia pun yakin Ganjar-Mahfud bisa membawa Indonesia menjadi maju dan lebih baik.

“Saya berdoa, Allah SWT bisa memberikan ridho untuk Pak Mahfud bersama Pak Ganjar bisa membawa arah baik bagi bangsa ini,” paparnya.

Sebagai informasi, Debat Cawapres keempat yang berlangsung semalam berlangsung sukses dan penuh ketegangan. Para Capres dari masing-masing nomor urut pun ikut hadir dan menyaksikan Cawapres mereka memaparkan materi dengan baik. 

GANJAR BERJANJI AKAN PERBAIKI KEGAGALAN FOOD ESTATE DI KALIMANTAN TENGAH

Ganjar Pranowo berdialog dengan sejumlah warga Kalimantan Tengah. Kegagalan program food estate di beberapa daerah menjadi isu yang muncul dalam pertemuan tersebut.

Warga mengeluhkan program food estate yang terkesan asal-asalan, dan kini hanya menanggung kerugian akibat kerusakan alam. Warga pun mengaku tidak dilibatkan dalam program tersebut.

"Kalau Pak Ganjar jadi presiden, tolong program food estate khususnya di Gunung Mas itu ditinjau ulang. Program itu gagal total, masa tanam singkong tumbuhnya jagung. Bingung kita," ucap salah seorang tokoh adat Dayak Kalimantan Tengah pendeta Bobowanto Victor.

Hal ini disampaikannya saat dalam pertemuan dengan Ganjar di M Bahalap Hotel Palangka Raya.

Bobowanto mengatakan sudah melakukan survei beberapa kali ke lokasi food estate di Gunung Mas. Di sana, ia tidak melihat tanaman singkong yang berhasil tumbuh dan berbuah.

"Meski usianya sudah satu tahun, tapi buahnya itu hanya sebesar jari tangan. Setelah ramai dikritik, tiba-tiba ganti tanaman jagung dan memakai polybag. Aneh sekali," katanya.

Ia pun menyayangkan kegagalan program tersebut. Mengingat program food estate Gunung Mas menelan anggaran besar dari pemerintah. Menurutnya, anggaran tersebut hanya terbuang sia-sia tanpa hasil apapun dan justru merugikan.

"Belum lagi dampaknya bagi masyarakat sekitar. Sekarang warga di sekitar daerah itu sering kebanjiran karena hutannya digunduli. Sudah hancur lebur," ucapnya.

Senada dengan Bobowanto, warga Desa Paningkal Jaya, Kabupaten Kapuas Lambang Jaya, menceritakan ke Ganjar soal galanya program food estate di desanya.

"Di tempat kami food estate ditanami padi. Padahal daerah itu cocoknya ditanami sawit. Akhirnya gagal pak, nggak panen. Tolong bapak kalau jadi presiden ini dievaluasi," ungkap Lambang.

Merespons hal ini, Ganjar mengatakan program food estate yang saat ini berjalan memang dibuat tanpa perencanaan matang. Akibatnya, program yang menelan anggaran besar itu banyak yang gagal.

"Saya sepakat dengan program food estate sebagai upaya ketahanan pangan kita. Tapi ini harus dievaluasi. Kuncinya satu, libatkan ahli dalam pemilihan lahan dan libatkan petani untuk mengerjakan," paparnya.

Terkait kegagalan program food estate Gunung Mas, Ganjar menilai hal ini terjadi karena tidak melibatkan petani dan masyarakat sekitar. Pemilihan tempat yang salah dengan komoditas pertanian yang dipilih tak sesuai lahan juga menjadi penyebab gagalnya program.

"Mana ada sih petani yang nggak bisa menanam singkong? Iya kan? Itu dilempar saja tumbuh kok. Kenapa ini gagal, karena program ini dikerjakan bukan oleh ahlinya," imbuh Ganjar.

Pada kesempatan ini, Ganjar menyebut akan memperbaiki program food estate jika mendapat amanah sebagai presiden. Ia juga akan melibatkan masyarakat, melibatkan petani dan para ahli sebagai pelaku utama.

"Jadi pemerintah hanya support dana. Terkait lahannya di mana? cocoknya tanam apa? Tanyakan pada ahlinya. Untuk urusan tanam, kan petani dan masyarakat setempat yang paham. Maka kalau itu dilakukan, program food estate akan berhasil dan kita bisa menjadi negara yang swasembada pangan," pungkasnya. 

PEDULI PEREMPUAN! GANJAR PRANOWO SOSOK SUAMI YANG GREEN FLAG

Ganjar Pranowo dinilai sebagai sosok yang mengerti kepentingan dan pemberdayaan perempuan. Hal tersebut membuat Ganjar mendapat dukungan dari ratusan perempuan milenial yang terdiri dari aktivis, influencer, pengusaha dan politisi muda sebagai capres 2024 mendatang.

"Karena sosok beliau yang pro terhadap perempuan, jadi kami menyatakan diri mendukung beliau menjadi Presiden 2024," kata Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Srikandi Ganjar, Windy Gabara dam keterangan, Senin (11/4).

Dia menilai, Ganjar sangat pro terhadap perempuan, termasuk dalam pemberdayaan hingga kegiatan perempuan. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu dinilai sangat mendukung kegiatan-kegiatan perempuan.

Windy menambahkan, Ganjar juga dinilai dekat dengan kaum milenial serta memiliki pengalaman sebagai seorang pemimpin. Menurutnya, kecakapan yang dimiliki Ganjar itu juga menjadi alasan bagi srikandi Ganjar mendukung dirinya.

"Jadi tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mendukung Pak Ganjar dengan segala track recordnya," katanya.

Windy menegaskan, Srikandi Ganjar akan mendampingi kebijakan pemerintah, khususnya yang mendukung perempuan Indonesia. Dia mengatakan, Srikandi akan selalu mementingkan dan siap mendampingi pemerintah dalam membuat kebijakan yang mendukung perempuan demi kemajuan bangsa dan negara.

Adapun deklarasi ini juga diikuti pimpinan Srikandi Ganjar di 15 provinsi lainnya, yakni Jawa Timur, DIY, Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Banten, Jambi, Kalimantan Barat dan Jawa Tengah.

Kemudian DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Timur. Selain menggelar deklarasi, Srikandi Ganjar juga memberikan santunan kepada 50 anak yatim piatu. Mereka menutup acara dengan buka puasa bersama. 

EXIT POLL LUAR NEGERI! GANJAR MENANG SATU PUTARAN DI AUSTRALIA & AMERIKA

Viral di grup WhatsApp hasil exit poll Pilpres 2024 dimana pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menang. Ha...