Jumat, 13 Januari 2023

DI HUT PDIP, GANJAR TETAP MEMBUMI, TIDAK INGIN PERLAKUAN ISTIMEWA

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Kornas Ganjarist Kris Tjantra tak sepakat jika sinar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dianggap meredup saat acara perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-50 PDI-P pada Selasa (10/1/2023).

Menurutnya, soal penempatan kursi Ganjar yang berimpitan dengan kader lain adalah hal yang wajar. Kemudian, Kris mengatakan, PDI-P memang sejatinya tidak memberikan keistimewaan karena hingga kini Ganjar adalah bukan elite partai banteng.

"Dan itu juga menunjukan bahwa beliau itu masih tetap membumi dan tidak perlu diperlakukan istimewa," kata Kris saat dihubungi Kompas.com, Rabu (11/1/2023) malam.

Oleh karena itu, Ganjarist tak mempermasalahkan Ganjar yang tidak mendapatkan posisi duduk baris depan saat HUT ke-50 PDI-P. Lihat Foto Gubernur Ganjar Pranowo dikerumuni ratusan kader saat menuju lokasi acara di Kompleks JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2023).

Di sisi lain, Ganjarist juga tak melihat sinar Ganjar redup sebagai tokoh yang digadang bakal dimajukan sebagai calon presiden (capres). Sebaliknya, dalam perhelatan ulang tahun Partai banteng itu, hampir mayoritas kader PDI-P disebut menghampiri Ganjar.

"Ya kita bisa melihat lah dalam HUT PDI-P kemarin juga banyak teriakan-teriakan kepada beliau yang mengatakan, 'Ganjar Presiden, Ganjar Presiden'," ujarnya.

Berkaca dari hal tersebut, Ganjarist tak melihat sinar Ganjar meredup untuk dicalonkan sebagai capres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Ganjar Lebih lanjut, keyakinan Ganjarist juga semakin kuat bahwa Ganjar akan diusung mengingat pidato Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang menyatakan bakal mengusung kader sendiri sebagai capres.

"Nah ini kan sebuah sinyal yang sangat sangat baik dan positif ya. Kita tidak bisa memungkiri bahwa Pak Ganjar adalah saat ini sosok yang menempati elektabilitas tertinggi dari kedua calon lainnya," kata Kris.

Kemudian, ia juga menyoroti pidato Megawati bahwa sosok pemimpin yang akan diusung adalah pengayom masyarakat dan menyelesaikan tugasnya. Dari pidato itu, Kris melihat bahwa Ganjar harus menyelesaikan kerja-kerjanya sebagai Gubernur Jawa Tengah sebelum September 2024. Setelah itu, barulah Ganjar diyakini melanjutkan estafet kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 "Sampai saat ini, kami Ganjarist masih sangat optimis. Kami adalah relawan murni. Kami adalah relawan yang terbentuk karena kami melihat sosok Pak Ganjar adalah sosok yang paling pantas untuk melanjutkan kepemimpinan Pak Jokowi," ujar Kris.

Diberitakan sebelumnya, tidak ada kursi spesial buat Ganjar Pranowo di acara HUT ke-50 PDI-P. Mengenakan baju merah bergambar banteng kebesaran PDI-P, Ganjar duduk berimpitan bersama kader-kader lainnya. Kursi yang ditempati Ganjar juga bukan barisan terdepan. Baris kursi terdepan diperuntukkan buat para pejabat negara seperti Megawati, Presiden Jokowi, dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Ada pula Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto serta putra-putri Megawati yang juga menduduki jabatan strategis partai, Puan Maharani dan Prananda Prabowo. Selain itu, ada sejumlah kader PDI-P di Kabinet Indonesia Maju seperti Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini hingga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi, dan Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas. Ganjar juga tak diperlakukan spesial sebagaimana elite-elite partai. Ia tidak mendapat potongan tumpeng dari Megawati. Hal ini terjadi meski namanya digadang-gadang sebagai kandidat capres terkuat PDI-P untuk Pemilu 2024.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

EXIT POLL LUAR NEGERI! GANJAR MENANG SATU PUTARAN DI AUSTRALIA & AMERIKA

Viral di grup WhatsApp hasil exit poll Pilpres 2024 dimana pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menang. Ha...