Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan investasi menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun dirinya memperingati bahwa harus berhati-hati juga tentang investasi karena saat ini menjadi rebutan bagi semua negara.
"Hati-hati yang namanya investasi itu sekarang ini menjadi rebutan bagi semua negara. Dalam situasi yang sangat sulit ini, investasi menjadi kunci, ekspor menjadi kunci, kita semuanya harus tahu mengenai ini. Sehingga terus saya sampaikan, agar investasi ini menjadi perhatian kita semuanya. Jangan lagi yang namanya izin masih berbulan-bulan," ujar Jokowi dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) se-Indonesia," Selasa (17/1).
Jokowi menjelaskan ada dua masalah besar yang dihadapi di daerah, yang pertama mengenai tata ruang. Tata ruang menjadi problem besar pada investasi Indonesia. Oleh karena itu dirinya meminta kepada Ketua DPRD dan Pemda supaya masalah ini segera diselesaikan.
"Yang kedua, urusan investasi ini adalah masalah, kalau dulu namanya IMB, sekarang namanya PPG Persetujuan Bangunan Gedung. Namanya juga gonta-ganti dan ini yang ruwet kita. Nama itu dua kata itu cukuplah, izin gedung gitulah," jelas dia.
Dua hal ini menurut Jokowi harus segera diselesaikan dengan cepat. Dirinya pun minta kepada gubernur, bupati, wali kota, DPRD segera selesaikan yang belum, jangan ditunda-tunda.
"Karena kita tahu investasi yang ada di negara kita saat ini sudah 53 persen itu berada di luar Jawa, ini bagus sekali, pemerataan terjadi. Karena telah dibangun infrastruktur yang banyak di luar Jawa, sehingga investasi itu menuju ke luar Jawa sangat bagus untuk pemerataan kita," tandasnya
"Jadi di tahun 2022, 53 persen investasi sudah berada di luar Jawa. Dari target Rp1.200 triliun investasi kita 2022 tercapai, yaitu Rp1.270 triliun di 2022 ini juga sangat bagus, karena bisa menciptakan lapangan kerja 1,3 juta, 1,3 juta. Sehingga sekali lagi, investasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi kita," tambahnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar