Sabtu, 14 Januari 2023

POLITIK TOLERANSI GANJAR VS POLITIK IDENTITAS ANIES

Persatuan dan kesatuan bangsa yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata para pahlawan, rasanya tak rela jika kemudian justru ternodai dengan kehadiran kaum intoleran. Yang menggerus nilai-nilai luhur dari kebhinnekaan.

Adalah Pilgub DKI Jakarta, 2017 lalu. Perbedaan agama menjadi kerusuhan yang berhasil momporak-porandakan rakyat di ibukota. Penolakan perbedaan karena sebuah pilihan menjadi masalah utamanya.

Biang keroknya sekarang duduk manis dengan posisi menterengnya sebagai calon presiden (capres) Nasdem. Ya, hopeless setelah gagal menjadi capres lewat konvensi Partai Demokrat sekaligus ketidaktuntasan jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, membuatnya melakukan hal ekstrem.

Politik identitas kembali dimainkan sang capres hingga sekarang. Agamanya yang dianut, ia gadaikan untuk urusan politik.

Mengakui diri sebagai keturunan berbagai daerah hanya karena untuk intervensi hak pilih dalam urusan demokrasi nanti. Kekuasaan baginya yang pertama. Setelah mendapat apa yang diinginkan, permainannya bersama para penggede menjadi tujuan yang akan dilancarkan.

Alurnya sudah terbaca jelas, dari semenjak dia menduduki kursi gubernur. Jika itu hanya merugikan dirinya sendiri tak masalah, tapi ini sudah merugikan negara. Rakyat menjadi korban dari politik identitas yang terus digaungkan Anies Baswedan dan para pendukungnya.

Seniman kawakan tanah air Butet Kertaradjasa pernah menyampaikan kekhawatirannya atas permainan politik identitas di negeri ini. Dia menggambarkan bagaimana kondisi mencekam yang terjadi 2017 lalu. Politik identitas yang terjadi mengancam disintegritas setiap rakyat.

Bhinneka Tunggal Ika dibuang begitu saja oleh aktor-aktor politik identitas yang saat itu mengguncang ibukota. Dan kini permainan politik mengerikan itu akan dibangkitkan lagi menjelang Pilpres.

Mau mengorbankan negara ini?

Jika hal itu benar terjadi, para pahlawan dan pendiri negeri ini yang telah gugur pasti akan kecewa. Mereka yang sudah susah payah menyatukan negara ini, lalu dengan gampangnya Anies akan merusak semuanya begitu saja.

Bahkan, kakek dari Anies yang namanya selalu diagung-agungkan sebagai pendiri organisasi Arab juga menjadi tercemar karena pengkhianatan yang dilakukan cucunya.

Mau tidak mau, demi cita-cita bangsa, penerus negeri ini harus jauh dari kata radikal dan intoleransi. Pemimpin negeri ini haruslah yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi, cakap dalam kinerja, dan tentunya memiliki rekam jejak yang baik sebagai pemimpin.

Tiga kriteria itu ada pada seorang Ganjar Pranowo. Sebagai gubernur Jawa Tengah, rekam jejaknya selama dua periode ini menjadi alasan penting untuk menjadikan dia sebagai capres yang diidamkan rakyat.

Perubahan-perubahan tampak jelas di Jawa Tengah selama masa kepemimpinannya. Efeknya, Ganjar pun banyak digadang-gadang sebagai sosok tepat penerus estafet kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo.

Toleransi tinggi terlihat dari caranya memperlakukan semua kalangan. Beberapa hari lalu, pria rambut putih itu didatangi oleh muda-mudi Buddhis. Mereka berbondong-bondong mengajak Ganjar berdiskusi tentang pengamalan Pancasila.

Sebagai seorang pemimpin yang berjiwa nasionalis, muda-mudi itu mengundang Ganjar sebagai pembicara kebangsaan dalam acara sarasehan dan temu karya nasional 2022 di Mojokerto, Jawa Timur.

Acara itu diselenggarakan oleh Majelis Buddhayana Indonesia, yang dihadiri oleh 600 orang pemuda-pemudi Buddhis dari 23 provinsi di Indonesia.

Panitia penyelenggara yang menghampiri Ganjar itu mengungkapkan bagaimana cocoknya sosok gubernur itu menyampaikan wawasan kebangsaan pada acara tersebut.

Ya, kini generasi milenial pun kian tersadar jika pemimpin yang terbaik di negeri Bhinneka Tunggal Ika ini adalah dia yang menjunjung tinggi toleransi. Dan, itu ada dalam diri seorang Ganjar.

Maka, harapannya seluruh rakyat Indonesia ini tidak mudah kena tipu daya oleh politik identitas yang kian marak. Generasi yang telah disiapkan untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu, jangan sampai melembek terserang disintegritas yang diakibatkan oleh politik identitas.

Cukup pada 2017 saja virus pemecah belah negara itu mengganggu ibukota negara.

Menjadi rakyat yang cerdas dan paham akan kebutuhan negara adalah keharusan. Mengerti bahwa kebhinnekaan itu sudah paten untuk negara ini adalah kewajiban. Dan, Ganjar Pranowo lah jawaban atas pertanyaan, siapa gerangan yang akan mengangkat tinggi kebhinnekaan dalam republik tercinta ini.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

EXIT POLL LUAR NEGERI! GANJAR MENANG SATU PUTARAN DI AUSTRALIA & AMERIKA

Viral di grup WhatsApp hasil exit poll Pilpres 2024 dimana pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menang. Ha...