Jumat, 31 Maret 2023

JOKOWI RESMIKAN KEK LIDO: BISA SERAP 30 RIBU TENAGA KERJA

Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido di Kabupaten Bogor yang saat ini dalam tahap pembangunan, mampu menyerap 30.000 tenaga kerja. Bahkan, kata dia, jumlah penyerapan tenaga kerja bisa lebih banyak lagi.

"Ya tentu saja kalau dari segi kesempatan kerja 30.000 lebih, 30.000 lebih yang akan kerja langsung di sini. Kan gede banget. Yang tidak langsungnya pasti lipat empat, lipat lima," kata Jokowi usai peresmian KEK Lido Kabupaten Bogor Jawa Barat, Jumat (31/3/2023).

Dia memuji konsep KEK Lido yang memiliki sejumlah fasilitas hiburan seperti, movieland, themepark, kawasan musik, technopark, hingga kawasan otomotif. Jokowi berharap keberadaan KEK Lido dapat menarik wisatawan lokal untuk berlibur di dalam negeri.

"Semuanya komplit dan ini akan mengerem masyarakat kita yang ingin keluar negeri untuk berwisata. Saya kira bagus dan ya kalau bisa ini cepat diselesaikan," jelasnya.

"Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Nanti bisa nonton konser musik atau kayak Hollywood semua ada di sini. Mau nonton Coachella semua," sambung Jokowi.

Untuk itu, dia meminta Chairman MNC Group Hary Tanoesdibjo agar bisa menyelesaiakan pembangunan KEK Lido secepatnya. Pasalnya, kehadiran KEK Lido yang memiliki sejumlah fasilitas entertainment, baru pertama kali di Indonesia

"Ya ditanyakan ke pemiliknya dong. Sudah saya sampaikan secepat-cepatnya diselesaikan lebih baik karena ini barang barulah untuk negara kita, barang baru dalam satu kawasan yang sama," tutur Jokowi.

 

FIX RESHUFFLE MINGGU DEPAN, JOKOWI LANTIK KEPALA BNPT DAN MENPORA

Joko Widodo atau Jokowi segera melantik kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Ia menyebut pelantikan akan dilakukan pada pekan depan.

Pelantikan kepala BNPT mesti dilakukan mengingat Komjen Boy Rafli Amar bakal memasuki masa pensiunnya pada 25 Maret 2023.

Jokowi mengaku sudah mengantongi nama kepala BNPT pengganti Boy Rafli.

“Sudah (ada nama). Nanti. (Pelantikan) minggu depan,” kata Jokowi usai meresmikan KEK Lido City, Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/3/2023).

Sementara, kursi Menpora kini masih diisi oleh Plt oleh Menko PMK Muhadjir Effendy setelah Zainudin Amali mengundurkan diri.

“(Pelantikan menpora) minggu depan,” ujarnya.

Partai Golkar telah menyodorkan tiga nama anak muda kepada Jokowi sebagai pengganti Zainudin Amali yang mundur dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Ketiga nama yang dimaksud ialah Dito Ariotedjo, Puteri Anetta Komaruddin dan Ilham Permana.

Namun, kekinian partai berlambang pohon beringin tersebut mengaku enggan terburu-buru menyodorkan daftar kandidat pengganti Zainudin ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, mengungkapkan pihaknya masih menunggu arahan dari Jokowi. Hal tersebut dilakukan sebab Zainudin masih berstatus sebagai menteri Kabinet Indonesia Maju.

“Sampai sekarang Pak Amali masih jadi menteri kan. Kalau nanti saja, presidennya masih nanti-nanti, pada saatnya kapan nanti diminta. Ya, itu tunggu saja,” kata Mekeng kepada wartawan, Selasa (7/3/2023).

 

Kamis, 30 Maret 2023

GANJAR "MELINDUNGI" JOKOWI DARI SKENARIO BRUTAL

 

Lagi-lagi saya dibuat geleng-geleng kepala dengan sikap Ganjar Pranowo. Tiba-tiba, dia menolak Timnas Israel U-20 bermain di Indonesia.

Padahal sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster dibully habis-habisan karena mengeluarkan statemen serupa di media. Jadilah sekarang, Ganjar jadi obyek serangan selanjutnya.

Para pecinta bola dan masyarakat umum kompak menyerang Ganjar. Menganggap keputusannya itu tak bermutu dan tak rasional. Ganjar dianggap pansos, hanya ndompleng isu penolakan Israel demi mendulang suara dan pencitraan di medsos. Banyak yang kecewa. Bahkan para pendukung Ganjar ada yang baper dan ingin mengalihkan dukungannya.

Awalnya sih, saya juga terkejut dengan sikap Ganjar ini. Kenapa ya Ganjar mau ambil resiko dengan kontroversi itu. Padahal kalau dia diam saja, kan juga tak ada salahnya.

Soalnya isu penolakan Timnas Israel di Piala Dunia U-20 Indonesia bak buah simalakama. Mau mendukung dibilang kadrun dan dibenci nasionalis, tak mendukung dibenci kaum agamis.

Makanya banyak pihak yang memilih anteng kalau soal ini. Lihat saja Prabowo Subianto, Anies Baswedan atau calon presiden lainnya. Tak ada tuh yang ikut bersuara. Mereka memilih diam karena takut jadi target serangan. Praktis hanya Ganjar yang berani menunjukkan sikap. Berdiri tegap dan tegas untuk menolak!.

Kalau Ganjar sudah bersikap seperti ini, pasti ada hal lain yang menjadi urgensi. Ternyata benar, ada isu keamanan nasional yang melatarbelakangi pernyataan sikap Ganjar.

Kabar intelejen menyebutkan, ada skenario brutal yang direncanakan kelompok tertentu dengan memanfaatkan konflik Israel-Palestina. Sekelompok orang disebutkan, ingin menggunakan sentimen agama untuk memicu kerusuhan nasional.

Tak hanya isu sebenarnya, baunya juga sudah terasa. Coba cek berita-berita yang sudah beredar di dunia maya. Betapa ngeri sambutan kelompok massa yang terafiliasi dengan organisasi Islam kanan terkait penolakan Timnas Israel di Indonesia. Mereka demo sambil bakar bendera. Ada juga yang siap mengerahkan massa untuk menggeruduk bandara.

Kalau Timnas Israel jadi datang. Demo besar sudah disiapkan untuk menghadang. Demo tandingan juga diskenariokan. Targetnya chaos, kerusuhan Nasional. Bukan hanya gagalnya Piala Dunia yang jadi sasaran, bahkan kegagalan pemilu 2024 jadi tujuan.

Pada titik inilah Ganjar merasa harus turun gelanggang. Kebetulan, PDIP partai dimana ia bernaung juga menolak kedatangan Israel. Namun PDIP saja ternyata tidak cukup. Butuh seorang tokoh yang kini memiliki massa besar. Dan orang itu adalah Ganjar.

Ganjar kemudian datang dengan jalan tengah. Ia memang ikut menolak Israel. Namun ia tak membawa narasi agama seperti kelompok oposan. Ia belokkan sentimen agama ke isu kontitusi dan kehormatan bangsa. Ganjar juga menawarkan beberapa solusi agar Piala Dunia U-20 tetap berjalan dengan tanpa Israel main di Indonesia.

Kehadiran Ganjar di tengah isu Israel-Palestina ini menandai dua hal. Pertama, hanya Ganjar calon presiden yang berani bersikap tegas terhadap Israel. Tengok saja Anies dan Prabowo, apa suaranya? Nihil. Entah mereka tak bersuara karena takut dituding mengekor Ganjar. Atau malah keduanya bungkam karena takut dengan backing Israel, yakni Amerika.

Kedua. Dengan Ganjar ikut ke tengah gelanggang, otomatis menghadang agenda kelompok tertentu yang ingin memanfaatkan isu Israel-Palestina ke arah sentimen agama. Buntutnya agenda yang sudah disiapkan jadi batal dilakukan karena khawatir malah membuat Ganjar semakin moncer namanya.

Secara tidak langsung kehadiran Ganjar di isu ini justru melindungi pemerintah Jokowi dari skenario brutal kaum oposan. Mundurnya tokoh oposisi dalam memanfaatkan isu ini membuat situasi politik dan keamanan terkendali. Bravo Pak Ganjar.

DUKUNGAN GENG ADE ARMANDO KE GANJAR PRANOWO MENGULANG KISAH JOKOWI

Sejumlah pegiat media sosial yang mengatasnamakan diri Ganjarian Spartan menggelar deklarasi dukungan kepada Ganjar Pranowo sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

Beberapa nama seperti Ade Armando, politikus PSI Guntur Romli, Eko Kuntadhi, hingga Denny Siregar, tergabung di dalamnya.

Dalam tiga tahun terakhir nama-nama itu cukup populer di media sosial, terutama karena kerap di barisan paling depan membela kebijakan pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo. Kini, mereka membentuk kelompok relawan dan mengatasnamakan diri sebagai para spartan.

Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, spartan diartikan sebagai orang yang tegas, berani dan memiliki disiplin tinggi. Istilah itu merujuk pada orang-orang yang tinggal di kota Sparta, Yunani kuno sekitar 400 SM.

Para spartan mengabdikan diri untuk berperang. Mereka mengenal istilah datang kembali dengan perisai atau lebih dari itu, yang berarti jangan kembali kecuali menang.

Pada 2012, saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sempat menyatakan dirinya sebagai spartan, atau sebagai orang yang gila bekerja dan tak mengenal waktu.

"Kenapa nama spartan? Kita pakai karena kata spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri," ucap Guntur Romli selaku ketua kelompok tersebut.

Apakah dukungan Ganjarian Spartan menjadi sinyal dukungan Jokowi kepada Ganjar?

Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Jati menilai anggapan deklarasi Ganjarian Spartan terhadap Ganjar sebagai sinyal dukungan Jokowi terlalu jauh. Wasis justru khawatir dukungan tersebut malah menjadi bumerang bagi kader PDIP tersebut.

Menurutnya, deklarasi terhadap Ganjar malah bisa berpotensi kembali menimbulkan friksi di internal PDIP. Terlebih, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beberapa kali sudah menegaskan urusan pencalonan presiden merupakan hak mutlak dirinya.

"Apalagi kemarin ketika di momen ultah, Megawati sudah menegaskan kalau nominasi capres adalah urusan ketum," kata Wasis kepada CNNIndonesia.com, Rabu (18/1).

Dia meyakini deklarasi tersebut dilakukan hanya untuk menaikkan nilai tawar politik Ganjar. Sebab, semakin tinggi nilai tawar, potensi Ganjar untuk mendapat tiket pencalonan dari PDIP semakin besar.

"Yang bisa tangkap adalah mereka tentu berupaya menaikkan daya tawar politik GP (Ganjar Pranowo) lewat deklarasi seperti itu, agar kalau semakin kuat vibrasi dukungan tersebut, bisa mendapat tiket nominasi parpol," katanya.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Silvanus Alvin juga meyakini dukungan para spartan politik terhadap Ganjar sebagai desakan kepada Mega untuk memilih Ganjar di 2024. Menurut dia, Ade Armando Cs hanya tengah mengulang kisah pencalonan Jokowi pada 2014.

Menurut Alvin, setidaknya ada dua faktor Jokowi bisa dipilih oleh Mega pada 2014 untuk maju sebagai capres. Pertama, menampilkan sosok sederhana; kedua, populer dan tingkat elektabilitas tinggi.

Menurutnya, dua faktor itu yang kini tengah coba diulang oleh Ganjar.

"Dengan demikian keberadaan para spartan tersebut sebagai pressure power kepada pemegang tiket yakni Megawati. Saya melihat tujuan akhir dari deklarasi ini adalah mengulang kisah Jokowi," ucapnya.

Alvin juga tak yakin deklarasi para spartan politik segaris dengan dukungan Jokowi kepada Ganjar. Sebab, hal itu menurut dia harus dibuktikan. Apalagi Jokowi menurutnya juga tegas tak mau ikut campur soal pencalonan presiden.

Menurut Alvin, Jokowi saat ini justru terlihat hanya ingin agar akhir masa jabatannya berakhir baik, dan pelaksanaan pemilu tak menimbulkan polarisasi di tengah masyarakat.

"Fokus Jokowi saya lihat ada pada transisi pemerintahan yang mulus dengan cara menjaga proses pemilu

Namun, Alvin juga mengingatkan Ganjar supaya tidak terlalu berambisi soal dukungan para kelompok relawannya di luar partai. Menurut dia, dukungan relawan justru bisa menimbulkan citra negatif jika direspons secara berlebihan.

Di sisi lain, Alvin menilai Ganjar juga perlu menunjukkan sikap tegas: apakah dirinya bersedia atau menolak jika dicalonkan maju. Menurutnya, sikap itu perlu agar tak menimbulkan ketegangan di internal PDIP.

"Memang secara keilmuan, komunikasi Indonesia dikenal sangat high context yang dapat menimbulkan beragam makna. Di sini perlu ketegasan low context mau maju atau tidak maju," katanya.

 

KEPUTUSAN FIFA TIDAK ADA HUBUNGAN DENGAN PENOLAKAN ISRAEL

Indonesia dicabut dari status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. FIFA diklaim mengambil keputusan ini untuk melindungi tim Israel dari ancaman keamanan.

FIFA resmi membatalkan status tuan rumah Indonesia dari Piala Dunia U-20, Rabu (29/3/2023) malam WIB. Kabar ini diumumkan selepas pertemuan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Qatar.

Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut Indonesia gagal terkait dengan situasi yang terjadi saat ini. PSSI juga terancam sanksi dari induk sepakbola internasional tersebut.

Sebelumnya, Indonesia diwarnai kegaduhan akibat penolakan Timnas Israel oleh beberapa pihak. Mereka menolak kehadiran Israel di Piala Dunia U-20 2023 dengan alasan politik.

Indonesia dan Israel memang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina yang saat ini berkonflik dengan Israel.

Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan penolakan kepada Israel di Piala Dunia U-20 2023. Massa fundamentalis Alumni 212 berdemonstrasi di Jakarta dengan membakar bendera Israel.

Situasi itu disinyalir menjadi alasan utama pembatalan drawing Piala Dunia U-20 yang mestinya digelar di Bali pada 31 Maret. Puncaknya, FIFA mencabut status tuan rumah Indonesia dan akan mengumumkan host baru dalam waktu dekat.

Dicabutnya status tuan rumah Indonesia menjadi pemberitaan sepakbola internasional. Media Israel, ynet.co.il, mengklaim pembatalan ini dilakukan FIFA untuk menyelamatkan skuad Israel dari ancaman.

"FIFA tahu bahwa setiap keputusan untuk menolak Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan akan menjadi kontroversial, tetapi juga sadar bahwa mereka harus melakukan segalanya untuk melindungi pemain Israel dari potensi ancaman keamanan," tulis ynet.co.il.

Israel memang punya memori kelam terkait ancaman keamanan dalam event olahraga. Pada Olimpiade Munich 1972, 5 atlet dan 6 pelatih Israel ditawan dan dibunuh oleh organisasi teroris Palestina, Black September, yang menyusup ke kamp atlet Israel.

 

GANJAR TOLAK TIMNAS ISRAEL, REAKSI NETIZEN TERBELAH

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tegas menolak timnas Israel bermain di Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Indonesia. Ganjar berdalih jika penolakan tersebut dikarenakan komitmen Presiden RI pertama Soekarno.

Dilansir detikInet, Jumat (24/3/2023) sikap tegas orang nomor satu di Jateng itu pun mendapatkan beragam komentar dari netizen, khususnya Twitter. Bahkan, gegara sikap Ganjar itu netizen pun terbelah, ada yang mendukung dan juga mengkritisi sikap Ganjar tersebut.

"Kita sudah tahu bagaimana komitmen Bung Karno terhadap Palestina, baik yang disuarakan dalam Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok, dan maupun dalam Conference of the New Emerging Forces. Jadi ya kita ikut amanat beliau," kata Ganjar, Kamis (22/3).

Ganjar juga menyoroti perlakuan Israel terhadap Palestina. Dia menegaskan mendukung dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. "Karenanya, penting bagi kita untuk tetap menyuarakan dukungan kita kepada perjuangan Palestina merdeka," jelasnya.

Sikap netizen pun terbelah menanggapi apa yang disampaikan oleh Ganjar tersebut. Banyak yang mengkritik Ganjar, sebagian lagi mendukungnya.

"Dubes Palestina ngerti posisi RI sbg pelaksana acara FIFA, tidak menolak tim sepakbola Israel, sebaliknya Ganjar Pranowo sbg kader PDIP tolak kehadiran tim Israel, ini fatal sodara," tulis seorang netizen yang mengungkit soal Dubes Palestina padahal Indonesia hanya fasilitator.

"Jujur untuk kali ini saya tidak sependapat dengan pak Ganjar. Jika Indonesia menolak timnas Israel, Indonesia juga harus menolak bantuan kemanusiaan dan investasi dari Israel," tulis yang lain.

"Tapi kalau benar Ganjar menolak timnas Israel datang tanding NKRI, sangat disayangkan. Belum jadi Capres saja sudah rasis, itu peraturan FIFA. Harus patuh jika mau jadi tuan rumah Piala U 20 atau undur diri," kritik yang lain.

 

WASPADA! SKENARIO JAHAT UNTUK TUMBANGKAN GANJAR

Media sosial Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diserang netizen setelah FIFA memutuskan Indonesia batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Ganjar mengaku tidak masalah, namun ia meminta agar netizen tidak menyerang anak dan istrinya.

Awalnya, saat ditanya soal hujan komentar netizen itu, Ganjar tidak mempermasalahkannya.

"Yah, nggak papa," kata Ganjar usai mendampingi Menpan RB di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Kamis (30/3/2023).

Namun ia menegaskan jika memang ingin menyerang di media sosial maka jangan menarget istri dan anaknya. Walaupun begitu menurut Ganjar hal itu memang risiko.

"Itu risiko sebuah keputusan. Kalau boleh, seranglah Ganjar, jangan serang istri saya, jangan serang anak saya," tegasnya.

Diketahui, sejak Ganjar berkomentar soal penolakan Timnas Israel U-20 pekan lalu, media sosial Ganjar baik Instagram maupun Twitter banjir kritik dari netizen. Kemudian ketika FIFA resmi mencoret Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20, komentar makin gaduh hingga di kolom komentar akun istri Ganjar, Siti Atikoh dan anaknya, Zinedine Alam Ganjar.

Sebelumnya, pada 23 Maret lalu Ganjar buka suara soal Timnas Israel U-20 setelah Gubernur Bali I Wayan Koster mengirim surat ke Kemenpora yang berisikan keberatan jika wilayahnya menerima kedatangan Timnas Israel.

"Dalam konteks (Piala Dunia) U-20 kami mendorong upaya-upaya yang mesti dilakukan oleh pemerintah. Dalam hal ini menerobos agar U-20 tetap sukses tapi tidak menghadirkan Israel," tegas Ganjar dalam keterangan tertulis, Kamis (23/3).

Hingga akhirnya pada Rabu (29/3), keputusan FIFA keluar dan Indonesia resmi dicoret sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

 

EXIT POLL LUAR NEGERI! GANJAR MENANG SATU PUTARAN DI AUSTRALIA & AMERIKA

Viral di grup WhatsApp hasil exit poll Pilpres 2024 dimana pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menang. Ha...